11 Sifat Wirausahawan yang Sukses

Artikel
Berwirausaha adalah langkah tepat bagi orang yang bkerja dengan mengandalkan otak dan keterampilan. Termasuk tidak mau diatur oleh orang lain, alias “sekarep dewek”. Seorang wirausahawan lebih fleksibel dengan mengatur waktu dan pekerjaannya sendiri, tentunya dengan jadwal dan disiplin yang tinggi. Saya kira berwirausaha layak dijadikan pekerjaan pokok meskipun kira menjadi seorang guru, dosen atau lainnya. Karena lading penghasilan sejatinya adalah usaha yang incomenya lebih dari cukup untuk memenuhi kehidupan kita sehari-hari.

Banyak wirausahawan yang tumbang gara-gara mereka memiliki sifat-sifat yang tidak kredibel dengan konsumen, ini mnjadi aneh kemudian ketika ingin menghasilkan uang lebih banyak tapi karakter/sifat seorang wirausahawan sangat jauh dari sifat-sifat seorang wirausaha sukses pada umumnya. Seorang wirausahawan harus mampu melihat ke depan, bukan berarti melihat dengan tatapan kosong, tetapi melihat, berpikir dengan penuh perhitungan, mencari pilihan dari berbagai alternative masalah dan cara penyelesaiannya. Berikut saya rangkum beberapa sifat wirausahawan yang harus kita miliki:

  1. Percaya Diri, Orang yang tinggi percaya dirinya adalah orang yang sudah matang jasmani dan rohaninya. Pribadi semacam ini adalah pribadi yang independen dan sudah mencapai tingkat maturity. Karakter kematangan seseorang adalah ia tidak tergantung pada orang lain, dia memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi, obyektif dan kritis. Dia tidak begitu saja menyerap pendapat atau opini orang lain, tetapi dia mempertimbangkan secara kritis. Emosionalnya boleh dikatakan sudah stabil, tidak gampang tersinggung dan naik pitam. Tingkat sosialnya tinggi, mau menolong orang lain, dan yang paling tinggi lagi ialah kedekatannya dengan sang Pencipta.
  2. Berorientasi pada Tugas dan Hasil, Seorang wirausahawan tidak mengutamakan prestise (wibawa yang berkenaan dengan prestasi atau kemampuan seseorang) dulu, prestasi kemudian. Akan tetapi, ia gandrung pada prestasi baru kemudian setelah berhasil prestisenya akan naik. Anak muda yang memikirkan prestise terlebih dulu dan prestasi kemudian, tidak akan mengalami kemajuan. Berbagai motivasi akan muncul dalam bisnis jika kita mampu menyingkirkan prestise. Kita akan mampu bekerja keras, enerjik, tanpa malu dilihat teman, asal yang kita kerjakan adalah suatu yang baik dan halal.
  3. Pengambilan Risiko, Wirausahawan sering dikatakan selalu menyenangi tantangan. Mereka tidak takut mati. Inilah salah satu faktor pendorong wirausahawan menyenangi olahraga yang penuh dengan risiko  dan tantangan, seperti mengalami kerugian, barang tidak laku dan lain sebagainya. Persaingan yang semakin tinggi, tuntuntan harga semakin tinggi pula dan dinamika usaha naik turun. Namun semua tantangan ini harus dihadapi dengan penuh perhitungan. Beranilah mengambil risiko, karena kesuksesan seorang wirausahawan salah satunya adalah keberanian mengambil risiko meskipun mengalami jatuh bangun dalam perjalanannya.
  4. Kepemimpinan, Setiap manusia memiliki sifat kepemimpinan yang berbeda-beda. Ada pemimpin yang disenangi oleh bawahan, mudah memimpin sekelompok orang, ia ditakuti, dipercaya oleh bawahannya. Namun adapula pemimpin yang tidak disukai oleh bawahannya, atau ia tidak senang kepada bawahannya, ia banyak curiga kepada bawahannya. Menanam kecurigaan kepada orang lain, pada suatu ketika kelak akan berakibat tidak baik pada usaha yang dijalankan. Pemimpin yang baik harus mau menerima kritik dan saran dari bawahan dan responsif. Pemimpin harus mengayomi bukan membebani. Pemimpin yang menjadi leader, yang merangkul bawahannya, bukan bos, mengatur seenak jidat.
  5. Keorisininal, Sifat ini tentu tidak selalu ada dalam setiap individu, yang dimaksud orisinil adalah ia tidak hanya mengekor pada orang lain, tetapi memiliki pendapat, ide dan gagasan sendiri. Orisinil bukan berarti baru sama sekali, tetapi produk tersebut mencerminkan hasil kombinasi baru atau reintegrasi dari komponen-komponen yang sudah ada, sehingga melahirkan suatu yang baru. Bobot kreativitas orisinil suatu produk akan tampak sejauh manakah ia berbeda dari yang sudah ada sebelumnya.
  6. Berorientasi pada Masa Depan, Seorang wirausahawan haruslah perspentif, mempunyai visi ke depan, apa yang hendak ia lakukan, apa yang ingin ia capai. Sebab sebuah usaha bukan didirikan untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Oleh sebab itu, faktor kontinuitasnya harus dijaga dan pandangan harus ditujukan jauh ke depan. Menyusun rencana yang matang, menggunakan strategi yang mantap agar jelas langkah-langkah yang harus dilaksanakan.
  7. Kreativitas, Seorang wirausahawan dituntut untuk mempunyai kreativitas yang tinggi, sebab dunia usaha semakin maju dan berkembang pesat. Jika kita menggunakan ide-ide using yang kaku, bukan mustahil kita akan mengalami kegagalan seperti pendahulu kita. Kreatif dalam segala hal, termasuk ide membuat branding, strategi pemasaran yang bisa diterima konsumen dan kreatif dalam segala hal dari mulai perencanaan hingga memasarkan.
  8. Pemanfaatan Waktu, Seorang wirausahawan pasti akan memegang prinsip “waktu adalah uang”. Tentu saja waktu bagi dia sangat berharga dan tidak bisa dimainkan seenaknya, karena banyak hal yang harus menjadi gol dari setiap perencanaan dan target yang harus dicapai.
  9. Ulet, Semua orang hampir setuju dengan sifat ini, ulet adalah kunci kesuksesan bagi orang yang akrab dengan kegagalan. Gagal beberapa kali pun dia akan terus mencoba hingga apa yang ia lakukan sesuai dengan harapan.
  10. Disiplin, Disiplin berkaitan dengan pemanfaatan waktu, seorang wirausaha yang sukses tentu saja sangat disiplin. Dari mulai mata terbuka hingga terbuka kembali, ia senantiasa menjadwal kegiatannya, sehingga menjadi kebiasaan yang harus dilakukan setiap hari. Menghargai waktu adalah sifat seorang wirausahawan yang harus dipupuk hingga kedisiplinan melekat pada dirinya.
  11. Tanggung Jawab, Apa jadinya jika seorang wirausahawan tidak bertanggung jawab dalam segala hal yang menyangkut usahanya. Semua ia serahkan kepada bawahan, meskipun bawahan memiliki jobs deskripsi sendiri, seorang wirausahawan harus bertanggung jawab dengan apa yang sudah bawahannya lakukan, dan yang paling besar adalah tanggung jawab menjaga stabilitas usaha yang dimiliki.

Mungkin masih banyak sifat-sifat yang harus dimiliki wirausahawan lainya yang bisa mendorong ia menjadi pribadi yang sempurna sebagai wirausahawan. Tapi, semua sifat ini tidak harus dimiliki, jika memang kita tidak memiliki harus bagaimana, memang setiap individu memiliki sifat yang berbeda-beda. Tetapi setidaknya kita belajar menjadi pribadi yang memiliki sifat-sifat tersebut, harapannya usaha yang kita jalankan menjadi raksasa dan kerajaan untuk diri sendiri dan keluarga.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.