Akad Nikah dalam Adat Istiadat Sunda

Budaya
Toto Si Mandja – Akad Nikah dalam Adat Istiadat Sunda

Lazimnya akad nikah dilakukan di mesjid, tapi sekarang banyak juga yang melaksanakan akad nikah di rumah, dengan cara mengundang penghulu dan pegawainya untuk menikahkan. Namun, sebenarnya praktiknya sama saja sebagaimana pernikahan menurut syariat Islam. Hal ini tidak boleh dilupakan dalam akad nikah tersebut adalah ‘maskawin‘. Pada umumnya maskawin berupa uang atau perhiasan. Saat ini banyak pula yang menggunakan ‘seperangkat alat shalat‘ sebagai maskawin.

Usai akad nikah, biasanya dilakukan Sungkeman yaitu permohonan maaf dan doa restu orang tua (ayah ibu dan mertua). Pelaksanaannya ada yang sederhana yaitu hanya cukup bersalaman, ada juga dengan upacara ‘adat sungkem’ yaitu dengan menggunakan lantunan tembang sunda dan kecapi suling. Setelah itu, dilakukan wejangan (nasihat) kepada pengantin. Adakalanya berupa wejangan dengan pidato atau melalui Upacara Nyawer (memberi nasihat melalui syair yang dilantunkan dengan tembang).

Pustaka:
Suryani, Elis. 2010. Ragam Pesona Budaya Sunda. Bandung: Ghalia Indonesia.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.