Beda Penyampaian Aspirasi Kaum Intelek dan Kaum Tembelek

Coretan

TotoSiMandja.Com – Beda Penyampaian Aspirasi Kaum Intelek dan Kaum Tembelek

Cara orang menyampaikan aspirasi berbeda-beda.
ada yang nampak terbelalak matanya melotot memerah
ada yang bakar-bakar pasilitas umum
ada yang blokir jalan
ada yang berdemo
ada juga yang menyampaikan dengan cara-cara elegan dan senyap tapi tepat sasaran.

Saya kira Maha Siswa sebagai agen perubahan (katanya), harus menjadi pemimpin untuk dirinya sendiri dengan tidak ikut arus penyampaian aspirasi yang anarkis dan mengganggu fasilitas umum.

Jika seandainya aspirasi diterima pun belum tentu dieksekusi oleh pemimpin. Karena pemimpin tahu persis apa yang menjadi tanggung jawab dan solusi, dengan berbagai pertimbangan, tanpa harus keberatan dari berbagai kelompok. Menguntungkan itu tidak mesti harus ada yang dirugikan.

Istilah anak tongkrongan zaman sekarang, mungkin ‘ngopi bareng’ bisa menyelesaikan masalah tanpa harus menguras tenaga. Karena pada dasarnya orang-orang yang menyampaikan aspirasi dengan cara anarkis adalah mereka yang biasanya nongkrong bareng di warung kopi dan berdiskusi dengan bahasa-bahasa persahabatan ‘kiris’, ‘asu’, ‘kunyuk’, ‘jancok’, dan sejenisnya.

Akan selalu ada propokator disetiap aksi dan pasti mempunyai kepentingan pribadi dengan menunggangi kepentingan kelompok, hingga hasratnya tercapai meski harus mengorbankan orang lain yang dianggapnya tidak penting.

Jangan pernah mengaku kaum intelek jika hanya bisa menyampaikan aspirasi dengan cara-cara konyol, lalu apa bedanya kalian ‘kaum intelek’ dengan ‘kaum tembelek’?

Copyright by: Toto Si Mandja
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.