Biografi Presiden Abdurrahman Wahid

Biografi
Toto Si Mandja – Biografi Presiden Abdurrahman Wahid

Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah seorang yang humoris. Seluruh pimpinan dunia mengakui hal itu. Sebagai buktinya, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Ratu Elizabet dari Inggris, sempat tebahak-bahak mendengar lelucon dari Gus Dur ketika mereka mengadakan pertemuan. Abdurrahman Wahid merupakan Presiden RI keempat setelah BJ Habibie. Seorang pemimpin bangsa yang humoris sekaligus suka membuat kontroversi di tengah masyarakat.

Ia dilahirkan pada tanggal 4 Agustus 1940 di Jombang dengan nama Abdurrahman Ad-Dakhil. Ayahnya, Wahid Hasyim adalah anak pendiri Nahdlatul Ulama, Hasyim Asy’ari. Gus Dur mengikuti tradisi keluarga dengan belajar di banyak pesantren. Ia juga sempat mempelajari sastra dan ilmu sosial di Fakultas Sastra Universitas Baghdad, Irak.

Gus Dur berasal dari partai kecil (11%), mengalahkan Megawati dari partai pemenang Pemilu (35%). MPR hasil Pemilu 1999 itu, rupanya enggan memberikan suaranya kepada Megawati Soekarno Putri. Seorang pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebutkan sebagai kecelakaan sejarah.

Namun akhirnya Gus Dur kehilangan jabatannya sebagai presiden setelah ia menolak memberikan pertanggungjawaban dalam Sidang Istimewa (SI) MPR pada tanggal 23 Juli 2001. Wapres Megawati pun diangkat menjadi Presiden RI sehari kemudian.

Sebelumnya, nama Gus Dur semakin mencuat setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Hadlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar NU di Situbondo pada tahun 1984. Gus Dur pun tergolong rajin melontarkan kritik kepada pemerintah. Kritikan itu lama-kelamaan menyebabkan Presiden Soeharto risi. Puncaknya terjadi pada Muktamar NU di Cipasung pada tahun 1994. Pemerintah berupaya menjegal Gus Dur, tetapi, Gus Dur tetap terpilih untuk periode kedua.

Gus Dur dikenal sebagai sosok pembela kelompok minoritas. Pembelaannya kepada kelompok minoritas dirasakan sebagai suatu hal yang berani. Reputasi ini sangat menonjol di akhir era Orde Baru. Begitu menonjolnya peran ini sehingga ia malah dituduh lebih dekat dengan kelompok minoritas daripada mayoritas Muslim.

Pustaka:
Iskandar, Salman. 2008. 99 Tokoh Muslim Indonesia. Bandung: Dar Mizan.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.