Biografi Syah Waliullah

Biografi
Toto Si Mandja – Biografi Syah Waliullah

Shall Waliullah dilahirkan pada tahun 1703 Masehi, empat tahun sebelum kecna dan Aurangzeb. Kakeknya bernama Syeikh Wajihuddin, perwira tinggi dalam ketentaraan KaisarJahangir, dan pembantu Aurangzeb dalam perang perebutan takhta. Ayah Waliullah, Shah Abdur Rahim, sufi dan sarjana terkenal yang telah membantu menyusun Fatwa-i-Alamgiri, buku tebal mengenai Hukum Islam, la menolak undangan istana, dan tetap mengabdikan tenaganya untuk organisasi dan pengajaran pada “Madrasah Rahimia”, sebuah sekolah teologi. Sekolah ini yang kemudian memainkan peranan penting dalam emansipasi agama Islam di India. Madrasah ini yang mcaijadi tempat pendidikan pembaharu dan “almujahid” seperti Shah Waliullah, Shah Abdul Aziz, Sayid Ahmad dari Bareli, Maulvi Abdul Haiy, dan Shah Ismail Syahid.
Tentang ajaran Shah Abdul Rahim beserta kakaknya, Maulana Ubaidullah Sindhi menulis: “Inti ajaran kedua bersaudara itu ialah usaha untuk menemukan jalan bersama bagi para filsuf Muslim (para sufi dan para mutakallim) dan para fuqaha (ahli hukum Islam).”


Shah Waliullah mendapatkan pendidikan yang pertama dari ayahnya, yang juga adalah gurunya dan pengarah perkembangan rohaninya yang menjadi dewasa sebelum waktunya. Daya ingatannya kuat, ia hafal Quran pada usia yang sangat muda, tujuh tahun. Selang beberapa waktu setelah ayahnya meninggal dunia, 1131 Hijrah, ketika itu usia Waliullah belum 17 tahun, tapi sudah mulai mengajar di Madrasah Rahmulya milik ayahnya, dan meneruskan tugas ini selama 12 tahun sampai saat kepergiannya ke Arabia untuk studi yang lebih tinggi. Selama berada di Mekkah dan Madinah — ernpat belas bulan — ia berhubungan dengan para guru terkenal di Hejaz. Guru kesayangannya ialah Syeikh Abu Tahir bin lbrahim dari Madinah, dan dari guru ini Shah Waliullah mendapatkan Sanad (titel kesarjanaan) dalam bidang Hadis. Gurunya itu berpengetahuan seperti ensikiopedi. Shah Waliullah banyak sekali menimba manfaat dari padanya, dan mengakui bahwa gurunya teramat saleh, berpandangan luas, dan bakat kesarjanaannya luar biasa.

Sewaktu berada di Mekkah, Shah Waliullah bermimpi bertemu Rasulullah SAW yang memerintahkan agar dirinya bekerja bagi organisasi pengembangan masyarakat Islam di India, la pun segera kembali ke Delhi pada 9 Juli, 1732, dan memulai tugasnya dengan sungguh-sungguh. la menghadapi tugas yang teramat berat pada masa di mana Muslimin India sedang dalam keadaan yang paling kritis dalam sejarahnya, begitu juga kondisi struktur sosial, politik, ekonomi, dan spiritual dalam keadaan yang terkoyak-koyak. la mulai mengajar pengetahuan agama dan mempercayakan kepada para muridnya untuk bekerja sebagai muallim yang memberikan penerangan kepada masyarakat tentang sifat Islam yang sesungguhnya. la menulis buku standar pelajaran agama Islam, dan sebelum meninggal dunia dalam tahun 1762, ia telah menyelesaikan sejumlah besar buku-buku yang menyangkut tentang Islam.

Dedikasinya terhadap pekerjaannya demikian besarnya, sehingga menurut anak lelakinya, yang juga berbakat. Shah Abdul Aziz: “Beliau itu jarang sakit. Sekali beliau duduk untuk bekerja setelah dhuha (shalat setengah matahari terbit), beliau tidak bergeser dari tempatnya sampai tengah hari.” la seorang genius, intelektual yang mengabdikan diri bagi tugas pendidikan umat yang terjerumus mendapatkan tuntunan agama Islam yang salah. Adalah tugasnya untuk menghidupkan kembali Islam di subkontinen itu, di mana keadaannya saat itu diliputi kabut filsafat dan tasawuf. la bertekad membawa Islam kepada ajarannya yang mumi.

Kegiatannya tidak hanya terbatas pada bidang kerohanian dan intelektual saja. la hidup dalam zaman yang bergejolak, dan selama hidupnya ia menyaksikan beberapa penguasa yang menduduki singgasana Delhi. Diberkahi dengan pandangan politik yang tajam, ia melihat dengan kesedihan yang mendalam akan kehancuran Islam di subkontinen itu, sehingga ia menulis surat kepada para penguasa politik seperti Ahmad Shah Abdali, Nizam ul Mulk, dan Najibuddaula, agar mereka menghentikan pembusukan yang telah melekat pada kehidupan orang-orang Islam di India.

Berkat seruannya, Ahmad Shah Abdali muncul di medan pertempuran di Panipat, 1761, dan menghentikan impian Marhatta untuk menguasai benua kecil India.
Shah Waliullah itu seorang penulis yang produktif. la menulis dalam dua bahasa, Arab dan Persia. Sampai saat ini, beberapa di antara buku-bukunya itu tersimpan di seluruh wilayah literatur Islam, dan belum terungguli oleh buku lain.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Biografi Syah Waliullah,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.