Budaya Indonesia yang Terkenal di Amerika

Indonesia adalah negara kaya dengan sumberdaya alam dan keberagaman suku, ras, agama, antargologan, seni dan budaya. Satu dimensi saja misalnya, dibidang kebudayaan, Indonesia memiliki kebudayaan yang amat beragam yang menghampar dari Timur hingga ke Barat. Terlampau banyak kebudayaan yang dimiliki Indonesia, saking banyaknya hingga negara lain pun banyak yang mempelajari dan mengadopsi. Tak heran jika banyak negara di Dunia yang mengakui kebudayaan Indonesia dan berujung di Mahkamah Internasional (PBB), misalnya Reog Ponorogo yang diakui Malaysia dan kasus-kasus sejenis lainnya. Tetapi tak sedikit juga negara yang terang-terang ingin belajar dan menundukkan diri agar Indonesia mau bekerja sama agar negaranya bisa mempelajari kebudayaan Indonesia yang unik dan beragam.

Sebut saja Amerika, Belanda, Eropa dan negara besar lainnya, tak malu mempelajari budaya Indonesia. Misalnya wayang, gamelan dan kebudayaan tradisional lainnya. Di amerika tidak terlalu sulit untuk mencari kelompok gamelan, baik kelompok jawa maupun bali. Karena di Amerika terdapat lebih dari 100 kelompok gamelan. Sejak gamelan menjadi kurikulum di universitas Calipornia tahun 1958, pelog dan salendro, tangga nada khusus gamelan menjadi bagian dari kurikulum sejumlah kampus di Amerika, Universitas Hawaii, Universitas Colorado, sampai ke ibukota Amerika, Washington D.C.

Angka terakhir, sekitar 200 gamelan. Banyak universitas besar mempunyai gamelan, baik itu gamelan jawa maupun bali, yang terbanyak adalah gamelan Jawa. Tetapi sebagian gamelan itu hanya disimpan dan tidak terpakai, karena tidak ada gurunya. Meski berpusat di kampus-kampus, namun sebagian besar kelompok gamelan justru dari luar kampus. Ini memberikan pengalaman yang baik untuk para pembelajar di sana.

Selain gamelan, budaya Indonesia lainnya yang populer di Amerika adalah Pencak Silat. Meski belum termasuk dalam kurikulum besar atau belum sepopuler judo dan karate, namun pencak silat dari berbagai aliran, bisa dijumpai dibanyak kota di Amerika, seperti aliran Perisai Diri, Al-Azhar, dan aliran lainnya. Peminatnya pun beragam, mulai dari anak-anak hingga dewasa. Mereka yang mengikuti mengemukakan bahwa silat adalah seni bela diri terbaik. Paling lengkap ada aspek spiritual dan aspek penyembuhan.

Popularitas gamelan dan pencak silat di Amerika, turut membantu budaya Indonesia menjadi semakin terkenal di Dunia. Ini bisa menjadi salah satu indikator Indonesia kuat dibidang kebudayaan sebagaimana Konsep Trisakti Bung Karno.

“Berdaulat dalam politik, berkepribadian dalam kebudayaan dan berdikari dalam ekonomi.”

Jika kita perhatikan tentang kebudayaan Indonesia di daerah-daerah, tak banyak komunitas yang melestarikan. Inilah kelemahan kita sebagai warga negara, kurang berpartisipasi memberikan ruang untuk berkarya dalam bidang kebudayaan. Jika kita tidak bisa, tentunya jangan sampai anak dan cucu kita juga mengabaikannya. Karena ini akan menjadi identitas kita sebagai bangsa Indonesia di mata dunia. Kemana pun kita pergi, akan selalu melekat sebagai warga negara yang mempunyai kebudayaan yang kental dan meletakkan kebudayaan di atas sebagai pemersatu hidup berbangsa dan bernegara.

Akhirnya, dimana pun kebudayaan Indonesia dipelajari oleh bangsa lain, kita tidak boleh lengah dan tertidur pulas, karena bisa saja sewaktu-waktu kekayaan kebudayaan kita dicuri dan hilang begitu saja tanpa ada perlawanan dan pembelaan karena warganya yang tak peduli.
 

Copyright by: Toto Si Mandja

Toto Si Mandja has written 512 articles

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.