Cara Ngadalin Orang Tua Murid yang Nakal

Saya pun tak ingin kalah licik dengan orang tua murid yang membela kesalahan anaknya. Ketika mereka salah memeragakan gerakan shalat dan wudhu, saya sentil tangan atau kaki dengan ‘saleunjeur’ gagang pel berbahan aluminium. Ah, tak begitu sakit ko, biasa saja.

Ketika mereka melakukan kesalahan lebih besar, misalnya tak mau pergi shalat Jumat, bercanda atau berkelahi dengan temannya, dll. Tidak lantas saya pukul menggunakan gagang pel, tapi saya serahkan gagang pelnya pada murid yang bersangkutan. Kemudian saya suruh mereka memukul bagian kaki sendiri.

Kalau dia ngadu sama orang tuanya, bilang aja gini, “ya udah sampean ajari dewek anake kon bisa shalat”. Kalau tak terima dengan pukulan, jawab aja “lah, yang mukul siapa?, wong anak sampean sendiri ko”. Kalau dia bilang, “yang nyuruhkan gurunya”, jawab lagi gini, “sampean pengan punya anak penurut apa enggak?”, “Pengen pa”. “yowis, tuh anak sampean udah nurut sama perintah saya, suruh mukul kakinya mau, berarti dia penurut.”

Kadang kita tak mesti mengotori tangan sendiri untuk memukul orang lain.

Copyright by: Toto Si Mandja
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.