E-Learning di Masa Pendemi Tidak Efektif?

Covid-19 merepotkan semua negara, termasuk Indonesia. Saat ini Indonesia telah menerapkan ‘”new normal”, yaitu tatanan baru untuk beradaptasi dengan Covid-19. Masyarakat harus berdamai dengan Covid-19. Membiasakan diri untuk hidup sehat, mulai dari cuci tangan, menggunakan masker hingga menghindari kerumunan.

Sejak pertengahan Maret 2020, proses pembelajaran di lembaga pendidikan resmi rumahkan. Guru dan siswa harus beradaptasi dengan metode pembelajaran berbasis daring. Namun, pelaksanaannya rasa nano-nano. Manis, asin, kecut, dirasakan guru dan siswa selama di rumah.

“Kuotanya sekarat”
“Sinyalnya putpet”
“Lola”
“Tugasnya lebih banyak daripada di sekolah”
“Pengen nangis”
“Absensinya terasa aneh”
“Rapat serba daring”
“aaaahhhhhhh, menyebalkan!”

daaaaaannnnnnnn seribu ungkapan kekesalan lainnya.

Benarkah pembelajaran menggunakan metode e-learning selama pandemi tidak berjalan dengan efektif?

E-learning itu apa sih?
Sebaiknya baca ini dulu https://cetelogi.com/perbedaan-blended-learning-dengan-e-learning/

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak memungkinkan pembelajaran konvensional dilaksanakan karena sekolah menjadi titik kerumunan. Gantinya pembelajaran e-learning sebagai alternatif.

Namun efektifkah?

Secara umum metode e-learning tidak efektif, karena memiliki beberapa syarat yang harus dipenuhi. Mulai dari ketersediaan infrastruktur, internet, kesiapan guru dan siswa, dan lain sebagainya. Tidak semua wilayah di Indonesia memenuhi persyaratan tersebut.

Secara khusus metode e-learning pun tidak efektif. Tidak mungkin guru dan siswa berinteraksi selama masa pandemi via daring sepanjang tahun atau semester.

Terlalu banyak skenario yang harus disiapkan untuk menjalankan proses pendidikan yang tidak mempertemukan guru dan siswa di sekolah.

Jika tidak PSBB, idealnya menggunakan metode Blended Learning (luring 70%, daring 30%) mungkin lebih efektif. Tapi sayangnya, Covid-19 merenggut kebersamaan guru dan siswa.

Salam Literasi,

8 thoughts on “E-Learning di Masa Pendemi Tidak Efektif?

  1. Di tempatku malah yang punya HPnya sedikit jadi kami tidak bisa menggunakan belajar daring full

  2. Hp hampir semua punya, tapi quota dan sinyal jadi masalah. Sehingga pembelajaran daring kurang berjalan dengan efektif dan efesien.

Comments are closed.