Faktor Kritis untuk Memulai Usaha Baru

Menurut Bygrave (1994: 3), ada beberapa faktor kritis yang berperan dalam membuka usaha baru, yaitu:
  1. Personal, menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang;
  2. Sociological, menyangkut masalah hubungan dengan keluarga, rekan dsb;
  3. Environmental, menyangkut hubungan dengan lingkungan.

Apabila seseorang mempunyai ide untuk membuka usaha baru, maka dia akan mencari faktor-faktor yang dapat mendorongnya. Dorongan-dorongan ini tergantung pada beberapa faktor lain, antaranya: keluarga, teman, pengalaman, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja dan sumberdaya yang tersedia.

Faktor sosial yang berpengaruh terhadap minat melalui bisnis ini ialah masalah tanggung jawab terhdap keluarga. orang yang berumur 25 tahun akan lebih mudah membuka bisnis dibandingkan dengan seseorang yang berumur 45 tahun, yang sudah mempunyai istri, beberapa anak, banyak beban, cicilan rumah, biaya rumah tangga dan lain sebagainya. Di samping ini ada lagi faktor sosial lainnya yang berpengaruh.

Faktor lain yang berpengaruh dalam membuka bisnis ialah pertimbangan antara pengalaman dengan semangat, energi dan rasa optimis. Biasanya orang-orang muda lebih optimis, energik, dibandingkan dengan orang-orang yang sudah berumur. Oleh sebab itu, pembukaan usaha sebaiknya dilakukan pada seseorang memiliki rasa optimis dan sudah dipertimbangkan secara matang.


Mengepa memulai usaha baru?
Banyak faktor psikologis yang membentuk sikap negatif masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, antara lain sifat agresif, ekspansif, bersaing, egois, tidak jujur, kikir, sumber penghasilan tidak stabil, kurang terhormat, pekerjaan rendah dan sebagainya. Pandangan semacam ini dianut oleh sebagian besar masyarakat, sehingga mereka tidak tertarik. Mereka tidak menginginkan anak-anaknya menerjuni bidang ini, dan berusaha mengalihkan perhatian anak untuk menjadi pegawai negeri, apalagi bila anaknya sudah bertitel sarjana. Mereka berucap,
 “Untuk apa sekolah tinggi, jika hanya mau jadi pedagang.” 
Pandangan seperti ini sudah berkesan jauh di lubuk hati sebagian besar masyarakat, Mulai sejak zaman penjajahan Belanda sampai beberapa dekade masa kemerdekaan.

Jadi, mantapkanlah hati untuk memulai usaha baru, tanpa hiraukan omongan kosong orang-orang yang sama sekali tidak tahu jalan pikiran kamu. So, lakukan apa yang bisa kamu lakukan. Perubahan dan kemajuan ada di tangan kamu, bukan mereka.
Copyright by: Toto Si Mandja

Toto Si Mandja has written 512 articles

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.