Fungsi dan Manfaat Ilmu Tafsir

Materi PAI
Toto Si Mandja –  Fungsi dan Manfaat Ilmu Tafsir
Sesungguhnya, tidak ada satu pun cabang atau ranting ilmu, termasuk dan bahkan ilmu-ilmu keislaman yang tidak memiliki fungsi dan nilai guna. juga, tidak ada ilmu yang tidak dibutuhkan oleh umat manusia, lebih-lebih ilmu tafsir. Dengan ilmu tafsir, seseorang atau kelompok (masyarakat) dapat memahami dan mengamalkan Al-Qur’an. Pengalaman Al-Qur’an inilah yang akan menjadikan kehidupan dunia semakin marak oleh nilai-nilai beradab dan berkedamaian.
Sulit dipungkiri bahwa ilmu tafsir berfungsi sebagai kunci utama untuk memahami Al-Qur’an dan dan berbagai aspeknya. Tanpa ilmu tafsir, tentu saja, dalam konteksnya yang sangat luas, mustahil Al-Qur’an bisa dengan mudah, benar dan baik dapat dipahami oleh manusia. Tanpa ilmu tafsir pula, pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak mungkin bisa dikembangkan dan tanpa ilmu tafsir tidak akan terjadi sosialisasi dan publikasi pengamalan Al-Qur’an. Pendeknya, ilmu tafsir mumiliki fungsi yang sangat penting dan strategis dalam memahami Al-Qur’an.
Selain sebagai alat atau sarana untuk memahami Al-Qur’an, ilmu tafsir juga memiliki manfaat yang sangat besar bagi masyarakat luas, yakni pemberdayaan masyarakat agar daerahnya menjadi qaryah thayyi-bah dan baladan aaminan. Ilmu tafsir pun sangat berguna bagi kaum muslimin untuk melahirkan brbagai penafsiran yang benara dan baik, serta menghindarkan diri mereka dari kemungkinan terjebak dalam penafsiran-penafsiran yang salah, buruk dan bahkan sesat-menyesatkan. Manfaat dari ilmu tafsir adalah mempertahankan orisinalitas dan kelestarian Al-Qur’an dari kemungkinan usaha berbagai pihak untuk mengaburkan atau bahkan menghilangkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Kita yakin, sebagaimana yang dijanjikan Allah sendiri, bahwa usaha mendiskreditkan Al-Qur’an oleh kaum orientalis dan berbagai upaya menghalang-halangi pengalaman dan pelaksanaan nilai-nilainya pasti akan mengalami kegagalan. Keyakinan ini bukan semata-mata karena adanya janji Allah yang memelihara kesucian dan kemurnian Al-Qur’an (QS. Al-Hijr: 9), melainkan karena para mufasir selalu meluruskan paham-paham yang bengkok tentang Al-Qur’an. Mereka berjuang keras untuk membantah dan mematahkan paham-paham keliru dan salah terhadap Al-Qur’an.
Kewajiban mempelajari ilmu tafsir bisa didukung pula oleh akidah ushul fiqh yang menyatakan al-amr bi syai’in amara bi wasilatih, perintah terhadap sesuatu berarti perintah pula terhadapp wasilahnya. Jika akidah ushul fiqh ini dihubungkan dengan tafsir Al-Qur’an dan ilmu tafsir akan lahir sebuah prinsip bahwa jika memahami Al-Qur’an itu diperintah (wajib), mempelajari ilmu tafsirnya juga menjadi wajib karena mustahil bisa memahami Al-Qur’an yang wajib itu tanpa mempelajari ilmu tafsir sebagai alatnya.

Sumber: Ulumul Qur’an (Ahmad Izzan)

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.