Indahnya Hidup di Pedesaan

Coretan

Hamparan sawah yang menghijau berhias langit biru dengan awan putih semu. Angin menggoyang-goyangkan dedaunan. Suara jangkrik dan burung saling bersahut menyanyi disejuknya suasana pagi. Kupu-kupu menari-nari mengiringi goyangan daun padi.

Burung dengan macam-macam suaranya saling bersahutan. Menambah elok suasana pedesaan. Saung ditengah-tengah sawah menarik perhatian. Dedaunan padi mulai menguning menjelma menjadi dewi kehidupan.

Teringat masa kecilku dulu. Setiap kali musim tanam padi tiba. Selalu mengikuti kemanapun traktor pergi mengolah lahan petani. Mengejar-ngejar kesana kemari. Tampak begitu polos seperti anak tanpa beban pikiran apapun. Tukang traktor makan, aku pun ikut makan. Ada sisa kue, aku pun kebagian jatahnya. Indahnya masa-masa itu.

Musim tanam padi ikut-ikutan menanam padi, meski pun harus dibentak orang terlebih dahulu. Semuanya kini menghampar luas dedaunan padi menghijau. Menjadi hamparan dewi-dewi kesejahteraan bagi seluruh manusia.

Padi mulai menguning dan menunduk pada Sang Pemilik Jagat Raya. Setelah sekian lama berdiri tegak ditengah hujan dan panas. Mereka rela dimakan demi anak cucu adam hidup makmum dan berkecukupan.

Petani berbahagia berpesta pora. Menyambut panen raya dengan suka cita. Menyisihkan sebagian hasilnya untuk hidup dimasa depan.

Padi kuning menghilang. Rumput sesawahan meninggi menyerupai dewi sri. Ladang bagi mereka pengembala kamping dan sapi.

Panas terik matahari menyinari. Kambing-kambing gembala bebas memakan rumput dilahan petani. Seakan mereka merdeka dan apa saja yang mereka mau, ada. Belasan bahkan puluhan kambing dilepas untuk mencari makan sendiri. Rasa lapar terlalu lama menarik suara untuk saling menyuarakan suara khasnya.

Masa kecil dulu, aku sering mengembala kambing. Tak banyak, hanya dua. Betina dan jamtan. Induk dan anaknya. Kerap kali sering manangis dan mengadu pada kakek, karena kambing jantan yang berbadan besar sering hilang jauh dari penglihatan. Mengakui kambing milik orang lain, padahal tertukar. Kenangan-kenangan dulu kini hanya terukir dibenak dan mungkin tak akan terulang lagi. Indahnya hidup di desa.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.