Islam Periode Modern
Toto Si Mandja – Islam Periode Modern
Periode modern disebut sebagai zaman kebangkitan Islam. Ekspedisi Napoleon yang berakhir pada tahun 1801 membuka mata umat Islam, terutama Turki dan Mesir, akan kemunduran dan kelemahan umat Islam di samping kekuatan dan kemajuan Barat.
Ekspedisi Napoleon di Mesir memperkenalkan ilmu pengetahuan dengan membawa 167 ahli dalam berbagai cabang ilmu. Dia pum membaca dua set alat percetakan huruf Latin, Arab dan Yunani. Ekspedisi itu datang bukan hanya untuk kepentingan militer, tetapi juga untuk kepentingan ilmiah. Untuk kepentingan ilmiah, Napoleon membentuk lembaga ilmiah yang disebut Institut d ‘Egypte yang mempunyai empat bidang kajian: ilmu pasti, ilmu alam, ilmu ekonomi dan ilmu politik, serta ilmu sastra dan seni. Selain itu, diterbitkan juga majalah ilmiah yang bernama Le Courier d ‘Egypte.
Ide-ide baru yang diperkenalkan Napoleon di Mesir adalah 1) sistem Negara republik yang kepala negaranya dipilih untuk jangka waktu tertentu, 2) persamaan (egaliter), dan 3) kebangsaan (nation).
Raja dan para pemuka Islam mulai berpikir dan mencari jalan keluar untuk mengembalikan balance of power yang telah membahayakan umat Islam. Maka timbullah gerakan pembaruan yang dilakukan di berbagai Negara, terutama Turki Utsmani dan Mesir. Para pembaru di Turki melahirkan berbagai aliran pembaruan: Utsmani Muda yang diperlopori oleh Ziya Pasya (1825-1880) dan Namik Kemal (1840-1888), Turki Muda yang dimotori oleh Ahmed Reza (1859-1931), Mehmed Murad (1853-1912) dan Sabahuddin (1877-1948). 
Di samping itu, ada juga aliran pembaru lain, yaitu aliran Barat yang dimotori oleh Tewfik Fikret (1867-1951) dan Abdullah Jewdat (1870-1932), aliran Islam yang dimotori Mehmed Akif (1870-1936) dan aliran-aliran nasionalis yang dimotori oleh Zia Gokalp (1875-1924).
Sumber: Metodologi Studi Islam (Atang Abdul Karim dan Jaih Mubarok)
Copyright by: Toto Si Mandja