Islam Periode Pertengahan
Toto Si Mandja – Islam Periode Pertengahan
Islam zaman pertengahan dapat dibagi menjadi dua: zaman kemunduran dan zaman tiga kerajaan besar. Zaman kemunduran berlangsung sekitar 250 tahun (1250-1500), dan zaman tiga kerajaan besar berlangsung selama 300 tahun (1500-1800). Ke dimunduran umat Islam pada zaman pertengahan diawali dengan kehancuran Baghdad oleh Hulagu Khan (cucu Jengis Khan). Dari Baghdad, ia meneruskan serangan ke Suria dan Mesir. Tetapi di Mesir ia berhasil dipukul mundur oleh Baybars, jenderal Mamluk di Ain Jalut. Baghdad selanjutnya diperintahkan oleh Dinasti Ilkhan (gelar bagi Hulagu).
Di Mesir, dinasti yang berkuasa silih berganti dan saling menjatuhkan. Dimulai dari Dinasti Fatimiah, yang beraliran Syiah. Digantikan oleh Dinasti Ayubiah yang beraliran Sunni. Ayubiah di Mesir berakhir tahun 1250, digantikan oleh Dinasti mamluk sampai tahun 1517.
Perpecahan juga terjadi di antara para pengikut madzhab fikih. Para ulama pengikut madzhab disibukkan dengan kegiatan pembelaan dan penguatan madzhab yang dianutnya, bahkan cenderung beranggapan bahwa madzhabnyalah yang paling benar. Hal ini mendorong semakin turunnya semangat ijtihad dan akhirnya “meninggalkan” ijtihad. Akhirnya, fikih tidak berkembang, yang berkembang adalah budaya ittiba’ dan itaqlid. Dalam suasana yang demikian, muncullah tiga kerajaan besar yang berusaha menyadarkan kembali umat Islam dari keterbelakangan dan kemunduran.
Fase tiga kerajaan besar berlangsung selama 300 tahun (1500-1800). Tiga kerajaan besar dimaksud adalah Kerajaan Utsmani di Turki (1290-1924), Kerajaan Safawi di Persia (1501-1736), dan Kerajaan Mughal di India (1526-1858).
Dalam bidang agama, Akbar (1556-1606 M), salah satu raja Mughal India, mempunyai pendapat yang liberal. Ia ingin menyatukan semua agama dalam satu bentuk agama baru yang diberinama Din Illahy. Di Turki, bahasa Turki meningkat menjadi bahasa ilmu sedangkan sebelumnya ulama Turki menulis dalam bahasa Persia. Di India, bahasa Urdu meningkat menjadi bahasa ilmu, menggantikan bahasa Persia. Di India muncul ulama besar, seperti Syah Waliyullah Al-Dahlawi (1703-1762) yang mengarang kitab Hujjah Allah Al-Baligh.
Copyright by: Toto Si Mandja