Kado Pernikahan Terindah

Coretan

Tuhan memang maha pemberi kejutan. Diumur hampir 24 tahun ini, aku mengakhiri masa lajang dan menikah dengan kekasih pujaan setelah 3 tahun menjalin cinta. Tepatnya 3 tahun 1 bulan 2 minggu. Entah itu waktu yang lama atau sebentar, aku tak mengerti. Tiba-tiba saja Tuhan seperti mempercepat hari bahagia itu.

Kadang merasa geli sendiri, jika flashback masa kecil dulu. Ternyata doi adalah teman kecil adik perempuanku, dan kakaknya doi adalah teman bermainku. Satu SD, tapi tak pernah ada percakapan bahkan sekedar basa-basi sepatah kata pun tak pernah. Karena mungkin kita terpaut jauh 3 tahun. Doi kadang cerita, “dulu kan waktu SD sering maen ke rumah dede”, sapaan akrab untuk adik perempuanku. “Ah masa, gak pernah liat tuh”. Asudahlah lewat hahaha

Masa SMP pun berlalu begitu saja. Aku di negeri, doi di terbuka. Tak pernah bertemu sama sekali. SMK pun bareng lagi di sekolah yang sama. Tapi kali ini agak mendingan, pernah bertemu tapi tak pernah ada perbincangan di sekolah. Kecuali ketika doi belajar ngaji di ustadz yang sama. Lagi-lagi tak ada perbincangan apa-apa kecuali interaksi antara yang diajarkan dan yang mengajarkan ngaji. Jadi semua serba kebetulan dipertemukan, aku sebagai santri senior dan doi junior. Awal mula ada benih cinta ya disitu, gak tau siapa yang ‘melak’, tiba-tiba ada aja. Hahaha

Sekitar 1 tahun lebih semenjak itu, aku masih sebagai kekasih orang lain hahaha. Da aku mah apa tuh, bukan turunan jones yang nyaman dengan kesendirian wkwk. Anehnya kita bersatu sebagai sepasang kekasih malah ketika jarak memisahkan. Setelah 2 tahun mengembara ke tanah wali (wkwk lebay), kita malah jadian. LDR (lelah disetrum rindu) cin, selama 2,5 tahun. Tapi skenario Tuhan memang jempolan deh, kata afgan juga ‘Jodoh Pasti Bertemu’ hhaha.

Ceritanya disingkat aja ah biar cepet. Sebelum wisuda aku seorang diri meminang pujaan hati. Dalam hati berkata, “digorok ya digorok lah gua, meminang anak orang cuma bawa nama sama badan doang”. Tanpa barang jaminan apapun, tanpa orang tua, tanpa saksi. Biarkan malaikat yang jadi saksi keseriusanku sebagai ujung tombak percintaan kita berdua. Emang dasar cerita cintanya kaya di tivi-tivi gitu yah, udah aja diterima. Horeee gak jadi digorok hahahaha. Setelah itu langsung capcus lagi ke Cirebon, setidaknya jika sudah ada ikatan, lebih serius dan fokus kuliah gitu lah. Setelah lebaran fitri baru dah minang bareng ortu. Biar apdol katanya. nGok…

Setengah tahun pasca wisuda, akhirnya nikah juga hahahha. 15 Mei 2016, kali ini beneran nikah pake serius. Walau pun banyak teman-teman yang gak percaya wkwkwk. Kebanyakan becanda sih, sekalinya serius malah dianggap becandaan, kampret emang. Ketika aku diteplokin bedak dan duduk disingasana, baru deh tuh pada percaya. Hahaha orang-orang aneh.

Semua teman dekat dan jauh yang menyempatkan datang, membawa kado yang beraneka ragam. Tapi diantara sebagian itu ada kado pernikahan terindah yang melipat gandakan kebahagiaanku.

1. Merayakan hari lahir (27 Mei ) bersama istri. Walau pun gak pake kue+lilin, yang penting sama istri gitu tuh, gak jones kaya luh hahaha.

2. Merayakan hari lahir (9 Juni) istri bersama kakanda ckck.

3. Makan sahur dan buka puasa bersama istri. 3 minggu setelah kita nikah emang bulan puasa, jadi jangan ngiri ya, kalo sahurnya dimasakin sama istri wkwkwk.

4. Lebaran Fitri bersama istri, jangan ngiler ya kalo nanti salam-salaman ada yang gandeng tangan, huhuyyy…

Cepetan nikah sana, biar hidupmu berwarna.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Kado Pernikahan Terindah,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.