Langkah Pertama dan Kedua Membuat Tabel Spesifikasi

Toto Si Mandja – Langkah Pertama dan Kedua Membuat Membuat Tabel Spesifikasi

LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN TABEL SPESIFIKASI
BUKU DASAR-DASAR EVALUASI PENDIDIKAN (SUHARSIMI ARIKUNTO)

Menurut Suharsimi Arikunto (2010: 188), Sebenarnya ada banyak macam tabel spesifikasi. Macam tabel ini ditentukan oleh bidang studi dan homogenitas materi yang akan diteskan.
Langkah pertama, Satu hal yang sama adalah bahwa langkah pertama yang harus diambil adalah mendaftar pokok-pokok materi yang akan diteskan kemudian memberikan imbangan bobot (skor) untuk masing-masing pokok materi.

Contoh:
Akan membuat untuk tes evaluasi. Pokok-pokok materinya adalah:
No.
Materi Pokok
Bobot (Skor)
1
Pengertian
2
2
Fungsi evaluasi
3
3
Macam-macam cara evaluasi
5
4
Persyaratan evaluasi
4

Angka-angka yang tertera didalam kurung yang dituliskan dibelakang pokok materi, menunjukkan imbangan bobot (skor) untuk masing-masing pokok materi. Penentuan imbangan bobot (skor) dilakukan oleh penyusun soal berdasarkan atas luasnya materi atau kepentingannya untuk dites. Menurut Suharsimi, penentuan imbangan bobot (skor) dilakukan atas perkiraan (judgment) saja. Pada waktu menuliskan angka/bobot (skor) tidak perlu dihitung-hitung bahwa jumlahnya harus 10, karena semuanya akan diubah menjadi angka dalam bentuk persentase.

Langkah kedua, Dari contoh diatas, maka pokok-pokok materi dapat dipindahkan ke dalam tabel spesifikasi dan mengubah indeks menjadi persentase.
Tabel spesifikasi untuk menyusun soal evaluasi
Pokok Materi / Aspek yang Diungkap
Ingatan
Pemahaman
Aplikasi
Jumlah
Pengertian evaluasi (14%)
7
Fungsi evaluasi (20%)
10
Macam-macam cara evaluasi (36%)
18
Persyaratan evaluasi (30%)
15
Jumlah
50 butir soal

Setelah mencantumkan pokok-pokok materi yang akan diteskan beserta presentasenya, Langkah ketiga, yaitu merinci banyaknya butir soal untuk tiap pokok-pokok materi, dan angka ini ditulis pada kolom paling kanan. Caranya yaitu dengan membagi jumlah butir soal (disini ada 50 buah) menjadi 4 bagian berdasarkan imbangan bobot yang tertera sebagai persentase. Didalam buku Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Suharsimi Arikunto (2010: 189), kurang detail cara menentukan presentase, pendapat saya presentase ditentukan oleh seorang penyusun karena didalam bukunya langsung ada presentase tersebut tanpa ada cara menentukan jumlah presentasenya. Perlu digaris bawahi adalah jumlah butir soal setiap pokok-pokok materi ditentukan berdasarkan perkalian antara jumlah butir (50 butir soal dengan presentase), misalkan pada tabel diatas tertera jumlah butir materi pokok pengertian evaluasi yaitu 7, maka (50 x 14% = 700/100 = 7), demikian seterusnya.

Dalam contoh ini dimisalkan akan disusun tes berbentuk obyektif dengan jumlah 50 butir soal berbentuk pilihan ganda, karena waktu yang disediakan adalah 75 menit, maka sebagai ancar-ancar waktu adalah bahwa untuk mengerjakan satu buah soal tes objektif membutuhkan waktu 1 menit untuk membaca dan menjawabnya sehingga jika disediakan waktu 75 menit untuk tes, maka dapat disusun butir soal sejumlah: 50 buah soal berbentuk objektif (50 menit), dan 5 buah soal berbentuk uraian (25 menit). Jadi banyaknya butir soal sangat ditentukan oleh waktu yang tersedia dan bentuk soal. Untuk pengisian kolom-kolom yang belum terisi bisa dilihat pada langkah berikut:

1.      Langkah pembuatan tabel spesifikasi untuk materi yang seragam
Yang dimaksud “seragam” disini adalah bahwa antara pokok materi yang satu dengan pokok materi yang lain mempunyai kesamaan dalam imbangan aspek tingkah laku (kesamaan memiliki kawasan kognitif, afektif dan fsikomotor). Misalnya 50% untuk ingatan (kognitif), 30% untuk pemahaman (afektif), dan 20% untuk aplikasi (fsikomotor). Selanjutnya banyaknya butir soal untuk setiap sel (kotak kecil) diperoleh dengan cara menghitung persentase dari banyaknya soal bagi tiap pokok materi yang sudah tertulis di kolom paling kanan.
Contoh Tabel Spesifikasi Penyusunan Tes Evaluasi
Materi pokok / Aspek yang Diungkap
Ingatan
(50%)
Pemahaman
(30%)
Aplikasi
(20%)
Jumlah
(100%)
Pengertian evaluasi (14%)
(A)
(B)
(C)
7
Fungsi evaluasi (20%)
(D)
(E)
(F)
10
Macam-macam cara evaluasi (36%)
(G)
(H)
(I)
18
Persyaratan evaluasi (30%)
(J)
(K)
(L)
15
Jumlah
50

Untuk mengisi/menentukan banyaknya butir soal untuk tiap sel adalah sebagai berikut:
Sel A = 50 % x 7 soal = 3,5 (4 soal)
Sel B = 30%  x 7 soal = 2,1 (2 soal)
Sel C = 20%  x 7 soal = 1,4 (1 soal)

Jika hasil perkalian menghasilkan koma kurang dari koma 5 maka hasilnya dibulatkan ke angka sebelumnya, misalkan 2,1 maka dibulatkan menjadi 2, dan 3,5 dibulatkan menjadi 4, karena dibelakang koma tidak kurang dari lima. Untuk mengisi sel-sel yang lain, dilakukan dengan cara yang sama seperti hal nya mengisi sel A, B, dan C.

Hasil pengisian banyak butiran soal
Materi pokok / Aspek yang Diungkap
Ingatan
(50%)
Pemahaman
(30%)
Aplikasi
(20%)
Jumlah
(100%)
Pengertian evaluasi (14%)
4
2
1
7
Fungsi evaluasi (20%)
5
3
2
10
Macam-macam cara evaluasi (36%)
9
5
4
18
Persyaratan evaluasi (30%)
7
5
3
15
Jumlah
25
15
10
50

Menurut penjumlahan saya dan tidak tercantum dibuku, jika hasil dibelakang sel J koma 5, dan sel K koma 5, maka itu tergantung penyusun mau membulatkan kemana, sekiranya hasil jumlahnya tetap 15 butir dan tidak berkurang atau bertambah.

2.      Langkah pembuatan tabel spesifikasi untuk materi yang tidak seragam
Untuk membuat tabel spesifikasi pokok-pokok materi yang tidak seragam, tidak perlu mencantumkan angka persentase imbangan tingkah laku di kepala kolom. Pemberian imbangan dilakukan tiap pokok materi didasarkan atas banyaknya soal untuk pokok materi itu dan imbangan yang dikehendaki oleh penilaian menurut sifat pokok materi yang bersangkutan.

Contoh Tabel Spesifikasi Untuk Penyusunan Tes Evaluasi
Pokok materi / Aspek yang diukur
Ingatan
(I)
Pemahaman
(P)
Aplikasi
(A)
Jumlah
Bab 1 (40%)
(A)
(B)
(C)
10
Bab 2 (30%)
(D)
(E)
(F)
16
Bab 3 (30%)
(G)
(H)
(I)
14
Jumlah (100%)
40

Dalam keadaan seperti dicontohkan misalnya: Bab 1 mayoritas hafalan, Bab 2 mayoritas pemahaman, Bab 3 mayoritas aplikasi. Maka imbangan aspek tingkah laku, tidak dituliskan pada kepala kolom karena ketidakseragaman imbangan tingkah laku. Penentuan angka yang menunjukkan banyaknya butir soal pada tiap sel, ditentukan per Bab.

Misalnya: untuk Bab 1, Ingatan 60%, pemahaman 30%, aplikasi 10%, maka:
Sel A = 60% x 10 soal = 6 soal
Sel B = 30% x 10 soal = 3 soal
Sel C = 10% x 10 soal = 1 soal
Untuk Bab 2, ingatan 20%, pemahaman 50%, aplikasi 30%, maka:
Sel D = 20% x 16 soal = 3 soal
Sel E = 50% x 16 soal = 8 soal
Sel F = 30% x 16 soal = 5 soal
Untuk Bab 3, ingatan 20%, pemahaman 20%, aplikasi 60%, maka:
Sel G = 20% x 14 soal = 3 soal
Sel H = 20% x 14 soal = 3 soal
Sel I  = 60% x 14 soal = 8 soal

Maka menghasilkan:
Pokok materi / Aspek yang diukur
Ingatan
(I)
Pemahaman
(P)
Aplikasi
(A)
Jumlah
Bab 1 (40%)
6
3
1
10
Bab 2 (30%)
3
8
5
16
Bab 3 (30%)
3
3
8
14
Jumlah (100%)
12
14
14
40

Copyright by: Toto Si Mandja