Menanam Kepercayaan

Coretan

Menjadi bagian dari masyarakat adalah tujuan orang terpilih. Tak gampang menjadi orang kepercayaan masyarakat, tanpa menanam benih dengan telaten dan kehati-hatian. Muda, enerjik, semangat tinggi, seakan menjadi ciri pribadi yang layak uji. Bulan ujian formalitas diatas kertas, tapi ujian sesungguhnya “ikhlas tanpa mengharap balas”.

Layaknya menanam benih padi, menanam kepercayaan pun harus ekstra telaten. Mesti setiap saat dipupuk dan disiram, sehingga tak mudah terserang hama penyakit dengki dan fitnah di tengah masyarakat.
Yah, semakin pohon meninggi maka semakin kencang pula angin yang menerpa, begitulah ungkapan peribahasa.

Satu kelemahan cacatnya keper ayaan fi masyarakat adalah kesalahan yang dibuat dengan sengaja maupun tidak disengaja dan dibarengi dengan serangan masif fitnah yang bertubi. Seorang pemuda harus mempunyai siasat dan strategi jitu untuk menangkal dan mencegah berbagai fitnah yang datang.

Siasat yang dimaksud adalah dekati dan pengaruhi tokoh atau orang berpengaruh di lingkungan kita. Untuk menaklukkan seekor buaya bukan dengan cara menerka buntutnya, tapi kepalanya. Dengan begitu seluruh badannya akan menut seirama kepala. Tanam dan buat mereka percaya dengan kesungguhan kita. Jangan sampai orang lain ragu, sehingga mereka lebih percaya omong kosong ketimbang pribadi dan keteguhan hati kita.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Menanam Kepercayaan,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.