Merindu Kehangatan

Coretan

Sekarang tahu kan, siapa yang sering menyulut pertengkaran? Pagar pun merunduk ketika mendengar suara gertakannya. Menumpang adu mulut di halaman rumah orang lain. Sungguh ironi, tapi memang ini yang sedang terjadi. Membungkus rapih tatanan kebahagiaan, dan memamerkannya di depan umum. Mungkin maksud hati agar orang lain terpesona, tapi kenyataannya orang yang dituju lebih nyaman dengan dunianya.

Sesuap nasi tak akan bisa membeli kehangatan seperti dulu. Kehangatan bersama orang-orang tercinta yang direstu. Mungkin butuh proses, tapi sama sekali ku tak mau tau dengan hasilnya. Dalam sekejap luka itu pulih, bukan karena kebahagiaan yang hakiki tapi karena sebuah materi yang bisa menutup mata hati. Aku pun sama merindu kehangatan seperti dulu, tapi itu tak akan terulang dan orang-orang yang ku sayang telah bahagia diakhir pilu.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Merindu Kehangatan,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.