Midadaren dalam Adat Istiadat Sunda

Budaya
Toto Si Mandja – Midadaren dalam Adat Istiadat Sunda

Adat kebiasaan zaman dahulu, calon penganti laki-laki maupun perempuan, lima atau seminggu sebalum menikah tidak diperbolehkan keluar rumah, apalagi pada sore hari. Mereka dijaga oleh para tukang hias (juru rias). Calon pengantin perempuan biasanya disuruh diet (mengurangi makan) dan dilulur (luluran) agar kelihatan langsing untuk didandani dan bercahaya sewaktu dinikahkan.

Ada adat kebiasaan yang masih dilakukan oleh calon pengantin perempuan pada malam hari sebelum akad nikah, yaitu Peutingan Midodareni atau Midadaren (malam membidadari). Calon pengantin perempuan biasanya setelah  Ngeyeuk Seureuh  dan Ngaras serta dimandikan dengan air bekas Ngeuyeuk Seureuh, pada malam harinya didandani serta duduk di pelaminan untuk menerima tamu undangan yang datang ke rumah sekedar Ngembohan atau Menyambung (memberikan amplop atau berbagi makanan), kemudian dibalas oleh yang punya hajat dengan Besek atau Idangan (makanan). Kebiasaan inidi kota-kota besar mulai ditinggalkan. Tapi pada umumnya, di (kampung-kampung) atau pedesaan masih berlaku, yang bagi orang mampu atau berada biasanya sekalian dengan acara syukuran dengan mengadakan pengajian.

Pustaka:
Suryani, Elis. 2010. Ragam Pesona Budaya Sunda. Bandung: Ghalia Indonesia.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.