Otobiografi Toto Wijaksana

Info
Toto Wijaksana
Nama saya Toto Wijaksana, saya lahir pada tanggal 27 Mei 1992, di dusun Sukawera Kec. Compreng Kab. Subang. Masa kecil saya dihabiskan di dusun kelahiran hingga saya berumur 5 tahun. Umur 5 tahunan keluarga saya pindah ke daerah tempat tinggal bapak, di Desa Bojonegara Kec. Tambakdahan Kab. Subang.
Arti Nama
Belakangan ini saya baru menyadari arti dari nama yang bapak saya berikan, itu pun ketika saya sudah memasuki jenjang Perguruan Tinggi. Nama kelahiran saya, awalnya Toto, tetapi ketika setelah pindah ke daerah tempat tinggal bapak, nama saya diberi kepanjangan, Wijaksana. Nama saya adalah sebuah perpaduan dari dua bahasa, yaitu Jawa (tempat kelahiran ibu) dan Sunda (tempat kelahiran bapak). Dalam bahasa Jawa, Toto berarti tata atau menata, sedangkan dalam bahasa Sunda, Wijaksana berarti Bijaksana. Secara penafsiran saya sendiri nama Toto Wijaksanaberarti menata kebijaksanaan.
Saya terlahir dari keluarga tani, tidak miskin, kaya pun tidak. Bapak saya bernama Rawit dan ibu saya Animah. Bapak dan ibu saya menikah sekitar tahun 1981-an. Saya adalah anak kedua dari empat bersaudara. Kakak saya bernama Ujang Kusnadi, lahir tahun 1982 dan dia menikah tahun 1999. Adik saya yang pertama bernama Deti Winengsih, ia lahir pada tahun 1996. Adik bungsu saya bernama Asep Sunardi, ia lahir tepat seminggu setelah saya mengalami kecelakaan motor dan patah tulang tangan, pada tahun 2005.
Pada tahun 1996, saya bersekolah di SDN Mekarjaya Desa Bojonegara, tidak jauh dari tempat saya tinggal. Kemudian lulus tahun 2004. Tahun 2004 saya melanjutkan sekolah menengah ke SMPN 2 Binong (sekarang SMPN 1 Tambakdahan) dan lulus tahun 2007. Setelah lulus SMP pikiran dan hati saya diselimuti kedilemaan, antara lanjut sekolah atau tidak. Karena faktor ekonomi dan tidak ada niat untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya, akhirnya saya memutuskan untuk tidak melanjutkan ke sekolah menengah atas. Tapi waktu itu saya berniat bahwa setahun setelah berhenti akan kembali melanjutkan ke SMK.
Selang 1 tahun, pada tahun 2008, saya kembali melanjutkan sekolah, ke SMK Darul Ma’arif Pamanukan Subang. Karena ketertarikan saya pada komputer, saya tidak berpikir panjang dan langsung memilih jurusan Komputer/RPL (Rekayasa Perangkat Lunak). Ada beberapa alasan saya mengambil jurusan komputer, pertama ilmu komputer sangat fleksibel dan bisa digunakan didunia usaha apapun dan alasan yang paling kuat adalah ketika saya diiming-imingi suatu perkerjaan yang enak dan nyaman oleh teman bapak saya.
Memang pada saat itu yang terlintas dalam benak saya adalah ketika sudah lulus maka langsung kerja dan dapat hidup mandiri dengan berbagai keterampilan yang sudah didapat selama sekolah.
Namun takdir berkehendak lain, setelah saya kelas 3 SMK semua pikiran ingin kerja seolah-olah hilang, tidak seperti pertama masuk SMK yang begitu bersemangatnya, karena ingin kerja. Tiba saat kelulusan dan semua orang sibuk untuk mempersiapkan akan kerja atau kuliah dimana, saya hanya diam tak bersuara.
Pada tahun 2011, saya dinyatakan lulus SMK. Entah ini jalan hidup saya atau bukan. Tiba-tiba waktu itu ada teman yang meminta batuan untuk mengantar daftar kuliah disalah satu Perguruan Tinggi di Cirebon. Akhirnya saya antar dan ketika saya bertanya masalah biaya kuliah, ternyata ko murah, tidak seperti yang saya bayangkan.
Toto Wijaksana
Ketika pulang dari situlah otak saya berpikir dan memutuskan untuk daftar dengan modal tekad doang. “Masalah biaya, gimana nantilah, yang penting bisa kuliah”. Sebenarnya ini adalah motivasi dalam diri saya, ketika lulus SMP saya berhenti dan tumbuh rasa penyesalan yang mendalam dan pertanyaan “mengapa saya dulu tidak lanjut sekolah, padahal masalah rezeki sudah ada yang mengatur”. Lagi-lagi mungkin ini adalah jalan hidup saya. Atas penyesalan itulah saya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Perguruan Tinggi dengan berbagai resiko. Akhirnya tahun 2011 saya resmi menjadi mahasiswa dan bagian dari Jurusan PAI IAIN SyekhNurjati Cirebon. Awal bulan Juli 2015, saya dinyatakan lulus setelah melewati sidang skripsi, dengan gelar Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I).
Satu hal yang memotivasi saya untuk mengambil Jurusan PAI adalah rendahnya kesadaran beragama di daerah saya tinggal. Atas dasar itu saya berkeinginan kuat untuk mengubah pola pikir masyarakat untuk lebih beragama. Saya tidak memerdulikan apa kata orang tentang ketersediaan lowongan guru PAI, yang katanya guru PAI itu sudah banyak lah, lulusan PAI itu gitu-gitu aja lah. Bagi saya bukan hanya masalah kerja atau kedudukan, yang penting saya bisa berkontribusi untuk orang-orang disekitar, masyarakat dan ilmu saya bermanfaat untuk semua orang.
Pendidikan keagamaan saya tidak terlalu bagus, karena keluarga saya tidak terlalu agamis. Tepat ketika saya masuk SMK, saya mengaji di Mushola bersama teman-teman sebaya di kampung. Setelah 1 tahun berjalan, ustadz yang mengajarkan saya mengaji memunculkan gagasan untuk membuat pesantren. Ini lah yang menjadi pesantren pertama di Desa Bojonegara. Saya belajar mengaji di Pondok Pesantren Ash-Shiddiiqiyyah hingga pertengahan tahun 2011, ketika saya memutuskan lanjut ke Perguruan Tinggi di Cirebon. Ketika masuk Perguruan Tinggi, saya mondok di Pesantren Ulumuddin hingga pertengahan tahun 2013.
Cita-cita
Saya dari kecil tidak mempunyai cita-cita yang pasti, namun ketika duduk di bangku SMP, saya mempunyai keinginan untuk menjadi pelukis. Sebenarnya tidak cukup jika seseorang mempunyai cita-cita hanya satu saja. Saya punya cita-cita yang banyak. Diantaranya ingin menjadi pengusaha, karena ingin mandiri dalam segi ekonomi dan bisa memberdayakan orang-orang disekitar. Saya ingin menjadi pendidik yang baik, cita-cita ini timbul ketika saya duduk di bangku kuliah. Ini sangat jauh dari pemikiran saya ketika duduk di bangku SMK dan tidak terpikirkan sama sekali. Tapi sekarang, cita-cita itu semakin menjadi-jadi hingga sekarang.

Hobi
Saya paling senang blogging. Awal mula saya blogging tahun 2009, tepatnya kelas 2 SMK, ketika itu ada pelajaran Internet. Kemudian sempat pakum sekitar 1 tahun lebih karena masih penjajakan dan masih belum tahu fungsi dan kegunaan blog itu apa, aktif kembali tahun 2011. Sebenar saya paling malas untuk membaca dan menulis, tapi melalui media blog ini, saya mencoba untuk menuliskan apa saja yang ada di dalam benak. Entah itu informasi atau hanya sekedar isi hati, yang penting bisa mermanfaat untuk orang lain. 

Facebook: Toto Si Mandja
Twitter: @TotoSiMandja
BBM: 51D831B2
Blog: www.totosimandja.com

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.