Penonton Kehidupan

Coretan
Kamu hidup, orang lain pun hidup. Semuanya punya beban kehidupan masing-masing. Jangan posisikan diri sebagai penonton yang bisanya hanya mengomentari dan membelokan cerita seolah terserah apa kata kita.
Buatlah orang lain simpati, bukan antipati karena sikap yang tak menyenangkan hati. Tak semua komentar yang dilontar dapat mengenangkan. Alih-alih malah menjengkelkan. 
Sutradarai saja diri sendiri, mau bagaimana, seperti apa endingnya. Bakat sutradarai jangan terlalu diumbar untuk mengatur orang lain. Apa jadinya jika kepala dan badan yang terpisah bisa menjalankan perintah otak isi kepala.
Bak mengunyah permen karet dengan gigi ompong. Tak pernah nikmat dan menikmatkan, apalagi menikmati. 
Sudahlah, mengatur diri sendiri saja sulit apalagi mengatur orang lain. Membawa keinginan diri sendiri saja susah apalagi memaksakan keinginan kita dilakukan orang lain. Memperkosa kelunakan hati seseorang, menepuk air terpercik muka sendiri. Barulah cuci tangan seolah tak tau apa-apa dan membenarkan diri sendiri.
Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Penonton Kehidupan,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.