Pribumi Mengabdi

Coretan

Awalnya memang seperti omong kosong. Tapi beberapa minggu kemudian terbukti kalo itu memang bukan omong kosong belaka. Cita dari dulu ingin mendirikan lembaga keagamaan pun bisa terwujud.

Katanya ukuran segini udah gede dibanding dulu. Ah mungkin aja. Receh demi receh pun dikumpulkan untuk membangun. Tak punya receh pun bisa menyumbang tenaga dan pikiran. Semua masyarakat bergotong royong membantu menjelmakan wujud lembaga keagamaan ini.

Berdiri gampang memang, hanya diperlukan kemauan. Tapi tak cukup berdiri, semua itu harus dipelihara dan berjalan. Seperti halnya membeli motor. Merawatnya yang susah.

Kami hanyalah kumpulan anak-anak yang berharap bermanfaat di masyarakat kelak. Tak lebih, hanya itu. Semua yang sudah diimpikan ternyata redup dengan hilangnya sumber cahaya itu. Ia hilang menghadap Sang Khaliq. Entah skenario apa yang sedang Ia buat.

Kami tak melihat cahaya terakhir menghilangnya dimana dan kemana. Hanya ada angin yang mengabarkan. Sekarang semua kembali sepi, membangun kembali serpihan-serpihan awak yang pergi entah kemana dan sampai kapan utuh lagi.

Merantau dengan tujuan yang sama. Kami pergi untuk kembali. Membangun dan menahkodai semua ini. Untuk-Mu pribumi mengabdi.

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Pribumi Mengabdi,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.