Puisi Aku Anak Seorang Petani


Toto Si Mandja – Puisi Aku Anak Seorang Petani
Aku tak mengerti mengapa aku terlahir dari keluarga petani
Aku tak mengerti mengapa orang tua ku seorang petani
Aku tak mengerti mengapa aku harus dihidupi oleh seorang petani
Bahkan aku pun tak mengerti mengapa seorang petani selalu ada dalam setiap doaku
Dia adalah ayahku
Ayah, yang selalu ingin anaknya belajar dan belajar
Ayah, yang selalu ingin anaknya sekolah setinggi mungkin
Ayah, yang selalu ingin anaknya lebih pintar dari dirinya.
Aku tak kuasa membendung air mata
Aku tak kuasa menahan isak tangis
Ketika aku ingat perjuangan seorang petani
Ingin anaknya menjadi seorang yang hebat
Aku masih sangat ingat ketika ayah menggendongku
Aku masih sangat ingat ketika ayah memarahiku
Aku masih sangat ingat ketika ayah memukulku
Dan aku masih sangat ingat ketika aku ayah mendekapku
Aku ingin mendekap tubuhmu
Aku ingin menangis didekapmu
Aku ingin kau tenangkan aku dalam setiap gundahku
Aku ingin kau selalu ada dalam hidupku
Ayaaaahhhhhh…
Ketahuilah, jika aku nanti masuk surga
Aku akan menolak jika tak bersamamu
Jika aku nanti masuk neraka
Bahagialah, aku senang melihat kau tersenyum di surga-Nya.
Copyright by: Toto Si Mandja

2 thoughts on “Puisi Aku Anak Seorang Petani

  1. Seperti Bintang yg mencintai Bulan,
    iya akan slalu berada disampingnya…
    Seperti Bulan yg mencintai Bumi,
    iya akan menerangi gelapnya malam…
    Seperti Bumi yg mencintai makhluk didalamnya,
    iya akan memberikan segalanya untuk makhluknya…
    Seperti itukah rasa cintamu terhadap ayahmu???

    Smoga Allah mengekalkan rasa itu darimu untuknya,
    untuk ayahmu…

Comments are closed.