Resume Ulumul Qur’an

Info, Pendidikan
 
Buku             : Ulumul Qur’an (Edisi Revisi)
Pengarang   : Drs. H. Ahmad Izzan, M.Ag.
 
Penerbit        : Tafakur

 A.           Makna Ulumul Qur’an
1.             Makna ‘Ulum
Kata ‘ulum, secara etimologi, merupakan bentuk jamak dari kata ‘ilm. Menurut bahasa, kata ‘ilm adalah bentuk masdar yang maknanya sinonim dengan paham dan makrifat.
2.             Makna Alquran
Menurut bahasa, kata Alquran merupakan isim mashdaryang maknanya sinonim dengan kata qira’ah (bacaan). Kata Alquran dengan arti Qira’ah ini digunakan Allah dalam ayat 17 dan 18 surat al-Qiyamah.
Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya (di dadamu) dan (membuatmu pandai) membacanya. Apabila Kami telah selesai membacakannya, maka ikutilah bacaannya itu.
Tentang makna dan asal-usul kata Alquran, ada salah satu pendapat ulama yang menerangkan pengertian Alquran menurut bahasa.
Menurut Imam Asy-Syafi’I (w. 204 H) berpendirian bahwa lafal Alquranitu bukan isim musytaq yang diambil dari kata lainnya, melainkan isim murtajal, yaitu isim yang sejak semula diciptakan sudah berupa isim alam (nama), yakni nama dari kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. dan selalu disertai oleh alif-lam atau “al”. Jadi, Alquran bukanlah isim mahmûz, dan bukan pula isim musytaq, serta tidak pernah lepas dari “al” (alif dan lam).
Selain bernama Alquran, kitab ini juga bernama al-Furqân, bentuk isim mashdar yang mengikuti wazan fu’lan dari lafal faraqa yang artinya pemisah (fa’il). Disebut demikian karena Alquran berfungsi sebagai pemisah antara yang hak-benar dan batil-rusak. Disebut sebagai “yang dipisah” (maf’ul) karena sebagian isi Alquran diturunkan secara terpisah dari sebagian lainnya, atau karena Alquran dipisahkan dalam surat-surat atau ayat-ayatnya.
Menurut istilah, Alquran mempunyai beberapa arti. Pertama,ahli Ilmu Kalam (teologi Islam) berpendapat bahwa Alquran adalah kalimat-kalimatyang maha bijaksana, yang azali, yang tersusun dari huruf-huruf lafziyah, dzihniyah, dan ruhiyah. Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi Muhammad  SAW. mulai dari surah al-Fatihah sampai surah an-Nâs yang memiliki keistimewaan dan terlepas dari sifat-sifat kebendaan dan azali. Sebaliknya, menurut ulama ushuliyyin, fuqaha, dan ahli bahasa, Aluran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad  SAW. mulai dari surah al-Fatihah sampai akhir surah an-Nâs. Diantara mereka ada yang mendefinisikan Alquran dengan asngat singkat dan padat, yakni hanya menyebutkan satu ataudua identitasnya.
“Alquran adalah kalam yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.”
“Alquran adalah lafal yang diturunkan kepada Nabi SAW dari awal surah al-Fatihah sampai surah an-Nâs.”
“Alquran adalah kalam mu’jîz yang diturunkan kepada Nabi Munammad SAW yang tertulis dalam mushhaf yang diriwayatkan dengan mutawatir, dan membacanya adalah ibadah.”
Pendefinisian Alquran tersebut mencakup unsur-unsur i’jâz, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW., tertulis dalam mushhaf, diriwayatkan secara mutawatir, dan membacanya adalah ibadah. Inilah keistimewaan-keistimewaan agung yang dimiliki Alquran dan membedakannya dari kitab-kitab samawiah lainnya. Sebenarnya, definisi Alquran merupakan definisi yang teramat panjang (maksimal) yang mencakup semua identitas Alquran sehingga sebetulya sudah dianggap cukup hanya dengan menyebutkan sebagian dari sifat-sifat Alquranasal sudah memenuhi syarat jami’mani’. Karena itu, sebeagian ulama ada yang membolehkan member definisi Alquran secara sederhana atau sedang, yakni bahwa “Alquran adalah kalam mu’jizat yang ditirunkan kepada Nabi Muhammad SAW. yang menjadi ibadah sebab membacanya.”
B.            Objek Studi Ulumul Qur’an
Objek Ulumul Qur’an ialah Alquran dan seluruh segi yang mencakup didalam kitab tersebut. Ulama berbeda pendapat tentang sejauh mana objek pembahasan Ulumul Qur’an ini. Jumhur-Ulama berbeda pendapat bahwa objek pembahasan Ulumul Qur’an yang mencakup berbagai segi dari Alquran itu berkisar diantara ilmu-ilmu bahasa Arab dan ilmu-ilmu agama (ushuluddin) karena yang dibahas dalam Ulumul Qur’an ialah ilmu-ilmu yang membicarakan Alquran sebagai i’jaz danhidayah. Dalam pembahasan Alquran sebagai kitab mukjizat, tercakup berbagai cabang ilmu bahasa Arab seperti ilmu i’rab, ilmu qira’at, ilmu nahwu, ilmu sharaf, ilmu badi’, ilmu ma’ani, ilmu bayan, adabin-nushush, ilmu majazil qur’an, ilmu gharibil qur’an dan ilmu muhkam wal mutasyabih.
C.           Metoda Studi Ulumul Qur’an
Pendekatan yang digunakan dalam membahas Ulumul Qur’an adalah metode deskriptif., yaitu member penjelasan dan keterangan yang mendalam mengenai bagian-bagian Alquran yang memuat aspek-aspek Ulumul Qur’an. Misalnya, orang yang berniat membahas ilmu majazil qur’an, ia harus mengambil lafal-lafal Alquran yang membentuk majaz,lalu menjelaskannya panjang-lebar tentang bentuk-bentuk lafal majaz yang ada dan segala macamnya.
D.           Tujuan dan Kegunaan Ulumul Quran
          Malalui Ulumul Qur’an, kita akan bisa mengetahui cara wahyu Alquran turun dan diterima oleh Nabi Muhammad SAW., cara beliau menerima dan membacanya, cara mangajarkannya kepada para sahabat, dan cara menerangkan tafsiran-tafsiran ayat kepada mereka. Dengan ilmu itu pula akan diketahui perhatian umat Islam terhadap kitab suci pada setiap abad dan usaha mereka dalam memelihara, menghafalkan, menafsirkan, dan mengistimbathkan hukum-hukum ajaaran Alquran.
          Ulumul Qur’andijadikan sebagai alat bantu yang paling utama dalam upaya membaca lafal ayat-ayat Alquran, memahami isi kandungannya, menghayati, dan mengamalkan aturan dan hukum ajarannya, menyalami rahasia dan hikmah disyariatkannya sesuatu peraturan hukum.
          Ulumul Qur’anmerupakan senjata pamungkas untuk melawan orang-orang nonmuslim yang selalu mengingkari kebenaran wahyu Alquran dan memberi bantahan atas tuduhan orang-orang orientalis yang menyatakan bahwa sumber Alquran itu berasal dari Nabi Muhammad SAW.
          Dalam kitab at-Tibyan fi ‘Ulumil Quran, Syekh Ali ash-Shabuni menerangkan bahwa tujuan utama mempelajari ‘Ulumul Quran adalah agar kau muslim dapat memahami maksud dan konten-kandungan kalam Allah sesuai dengan keterangan dan penjelasan Nabi Muhammad SAW.
E.            Sejarah Pertumbuhan dan Perkembangan Ulumul Quran
1.Masa Nabi dan Sahabat
Nabi Muhammad SAW. dan para sahabat mengetahui benar makna-makna Aluran dan ilmu-ilmunya seperti pengetahuan ulama sesudahnya. Bahkan, makna dan ilmu Alquran itu pada masa Rasulullah SAW.
Beberapa alasan mengapa para sahabat tidak atau belum membukukan Ulumul Qur’an :
Ø  Mereka merupakan orang Arab murni yang memiliki banyak keistimewaan, antara lain, memiliki daya hapalan yang sangat kuat, berotak cerdas, dan berdaya tangkap tajam.
Ø  Memiliki kemampuan berbahasa yang sangat luas terhadap segala macam bentuk ungkapan, baik prosa, puisi, maupun sajak.
Ø  Kebanyakan mereka terdiri dari orang-orang yang ummi, tetapi cerdas.
Ø  Rasulullah SAW. masih hidup sehingga ketika mengalami kesulitan, masalah dan pertanyaan bisa diajukan kepada Rasulullah SAW.
Ø  Belum adanya alat-alat tulis yang memadai dan larangan Rasulullah SAW. untuk menulis segala sesuatu selain Alquran.
2.Perintisan Dasar ‘Ulumul Quran dan Pembukuannya
Setelah periode pertama berlalu, datanglah masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Wilayah kekuasaan negara Islam yang dibangun para Khalifah pun berkembang semakin luas
Khalifah Utsman bin Affan memerintahkan kaum muslim agar seluruh ayat Alquran yang pernah dikumpulkan pada masa Khalifah Abu Bakar dikum[ulkan kembai dalam satu mushhaf yang kemudian dikenal dengan Mushhaf Utsmani.Dengan kodifikasi ini, Khalifah Utsman bin Affan dianggap sebagai peletak dasar pertama tentang pembukuan Alquran yang dinamakan ilm rasm al-Quran atau ilmu rasmil utsman.
3.  Pembukuan Tafsir Alquran
Setelah dasar-dasar Ulumul Quran dirintis satu-persatu dan dikodifikasi menjadi referensi utama bagi umat Islam, datanglah masa penulisan dan pembukuan atau kodifikasi cabang-cabang Ulumul Quran.
4.Pembukukan Cabang Ulumul Quran
Cabang-cabang Ulumul Quran yang lainnya menyusul dibukukan oleh beberapa orang. Salah satu orang yang mengarang cabang ilmu ini adalah Ali ibn al-Madini (w. 234 H), guru dari Imam al-Bukhari, kompilator hadits yang sangat terkemuka yang kemudian diberi judul Shahih Bukhari. Beliau mengarang ilmu Ashbabin Nuzul.
F.            Ulumul Quran yang Sistemtis
Dr. Shubhi ash-Sholih dalam Mubahits fi Ulumil Quranmengatakan bahwa istilah Ulumul Quran sudah ada sejak abad tiga hijriah, karena menurutnya, pada akhir abad tiga itu sudah ada kitab yang berjudul al-HAwi fi ‘Ulumil Quran yang ditulis oleh Imam Ibnu Marzuban (w. 309 H).
G.           Ulumul Quran pada Zaman Modern
Setelah Imam as-Suyuti wafat pada 911 H., gerakan penulisan ‘Ulumul Quran total berhenti. Jadi, pertumbuhan ‘Ulumul Quran terhenti sampai abad empat belas hijriah. Namun, pada abad enam belas hijriah, atau abad modern, penulisan ‘Ulumul Quran bangkit kembali seiringdengan munculnya ulama tafsir yang aktif menulis kitab. Ini ditengarai seiring dengan banyaknya ulama yang mengarang ‘Ulumul Quran dan menulis kitab, baik tafsir maupun jenis-jenis ‘Ulumul Quran.
Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Resume Ulumul Qur’an,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.