Runtuhnya Kerajaan Tiktokiyyah di Indonesia

Coretan

 

Tik Tok merupakan aplikasi musik video lipsync di bawah naungan Bytedance Technology Co., Cina. Tik Tok memiliki 150 juta pengguna harian aktif. Data tersebut tercatat sejak Juni 2018, seperti dilansir Detik Inet. Di Indonesia, Tik Tok mencapai 10 juta pengguna. Sebagian penggunanya di merupakan anak remaja, bahkan anak di bawah umur.

 

*Masa Kejayaan Tik Tok*

 

Meskipun terbilang aplikasi baru, tapi Tik Tok mendapatkan posisi yang istimewa di hati penggunanya, terutama kaum muda-mudi. Tak hanya di Indonesia, aplikasi ini juga hits di Asia Tenggara. Bagaimana tidak, Tik Tok masuk daftar 10 besar aplikasi yang paling banyak diunduh di Indonesia, Thailand, Malaysia dan Filipina.

 

Negara asal Tik Tok mengerti, jiwa sosialita masyarakat Indonesia, hingga paham betul banyak orang yang menghabiskan waktunya untuk bersosial media. Jadi, mengapa Tik Tok cepat melejit? Karena sangat berbeda dengan Youtube. Tik Tok memanjakan penggunanya dengan tampilan yang minimalis dan simpel, sehingga mudah untuk digunakan oleh bocah ingusan sekali pun.

 

Pada dasarnya aplikasi ini, sangat bagus untuk meningkatkan kreativitas di bidang videografi. Namun sayang, banyak yang menyalahgunakannya dengan konten-konten negatif. Sehingga mau tidak mau, Tik Tok ditampar bolak-balik oleh Kominfo.

 

*Masa Keruntuhan Tik Tok*

 

Viralnya ‘Bowo’ pengguna Tik Tok yang menjadi idaman anak seusianya, ternyata menjadi salah satu penyebab runtuhnya aplikasi ini setelah konten negatif. Harapan kaula muda terhadap sosok ini ternyata hancur setelah melihat langsung pujaannya. Mengapa? Mungkin tidak sesuai ekspektasi mereka. Ah sudahlah, lupakan ‘Mas Bowo’ itu.

 

Seperti diberitakan media, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengumumkan pemblokiran Tik Tok, Selasa siang, 3 Juli 2018. Warganet beramai-ramai mendesak pemerintah untuk segera memblokir aplikasi ini demi kesehatan mental generasi muda. Ujung pemblokiran ini memuncak setelah Kominfo mendapatkan laporan dari masyarakat sebanyak 2.853 laporan, sebagaimana dilansir oleh CNN Indonesia.

 

Bak ibarat kerajaan, Tik Tok adalah kerajaan yang sedang mendapatkan pengikut yang setia. Tapi apa  mau dikata, pemerintah melalui Kominfo sudah menamparnya dengan alasan banyak konten-konten negatif yang tidak baik untuk anak-anak.

 

Akhirnya, keruntuhan Kerajaan Tiktokiyyah di Indonesia banyak mendapat dukungan dari berbagai pihak dan semoga aplikasi semacam ini dibumihanguskan dari tanah air, agar generasi-generasi muda Indonesia dapat berkreasi dengan hal-hal yang positif yang bisa membuat negara bangga.

author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.