Sejarah Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang

Info, Sejarah
Sejarah

Kecamatan Tambakdahan Kabupaten Subang didirikan sejak tanggal 12 Mei 2008, hasil pemekaran dari Kecamatan Binong berdasarkan Perda No. 3 Tahun 2007, tentang Pemekaran dan Pembentukan Wilayah Kerja Kecamatan di Lingkungan Pemerinyahan Daerah Kabupaten Subang.
Kecamatan Tambakdahan meliputi sembilan desa yang disebut sembilan barisan desa agraris (SEMBADA), wilayah Tambakdahan dikenal sebagai desa sejak tahun 1985 yang semua merupakan tanah D&T Lands (Inggris), daerah ini menurut riwayat dahulu banyak terdapat kali/sungai yang dibendung dengan dahan/batang pepohonan untuk mengairi pesawahan sekitar wilayah sungai/kali tersebut, sehingga dikenal dengan nama TAMBAKDAHAN.ditopang dengan keberadaan ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan bidaya serta pertahanan keamanan Kecamatan Induk (Binong) sangat layak untuk dimekarkan.    

Visi

Terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan yang baik dan kondusif tahun 2028 untuk terwujudnya kecamatan Tambakdahan sebagai Daerag Agrobisnis, Pariwisata dan Industri yang berwawasan lingkungan yang religi serta berbudaya dan berbasis gotong royong.    

Misi

(a) Meningakatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman, bertaqwa, sehat, berakhlak dan berbudaya serta berpendidikan; (b) Memanfaatkan dan mengembangkan potensi agribisnis dan sumber daya alam yang berwawasan lingkungan, berdaya saing dan berkelanjutan; (c) Memanfaatkan kinerja dan meningkatkan produktifitas serta profesionalisme aparatur dalam rangka optimalisasi pelayanan prima terhadap masyarakat; (d) Meningkatkan peluang usaha bagi masyarakat dan swasta dengan pola kemitraan dalam mengembangkan potensi daerah; (e) Meningkatkan keterpaduan antara perilaku pembangunan (stake holder) dengan pola gotong royong guna mewujudkan kecamatan Tambakdahan sebagai daerah Agribisnis.    

Tugas Pokok

Memimpin penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pembinaan kehidupan kemasyarakatan di wilayah kecamatan    

Fungsi

(a) Pengkoordinasian kegiatan pemberdayaan masyarakat; (b) Pengkoordinasian upaya penyelenggaraan ketentraman dan ketertiban umum; (c) Pengkoordinasian penerapan dan penegakan peraturan perundang-undangan; (d) Pengkoordinasian pemeliharaan prasarana dan fasilitas pelayanan umum; (e) Pengkoordinasian penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan; (f) Pelaksanaan pembinaan penyelenggaraan pemerintahan desa dan/atau kelurahan; (g) Pelaksanaan pelayanan masyarakat yang menjadi ruang lingkup tugasnya dan/atau yang belum dapat dilaksanakan pemerintahan desa atau kelurahan; (h) Penyelenggaraan teknis administratif ketatausahaan.

Copyright by: Toto Si Mandja
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.