Seserahan dalam Adat Istiadat Sunda

Budaya
Toto Si Mandja – Seserahan dalam Adat Istiadat Sunda

Seserahan dilakukan setelah acara meminang telah selesai dan tanggal telah ditentukan. Dalam acara ini, pihak laki-laki biasanya membawa berbagai macam barang, pakaian, uang bahkan perabot rumah tangga beserta ternak yang dimilikinya sebagai bahan pesta pernikahan. Mereka datang beramai-ramai dengan mambawa barang yang sudah dihias sedemikian rupa agar terlihat ‘bagus dan indah’. Adapun acara seserahan ini banyak yang dilakukan seminggu, sehari, atau bahkan sekarang ini banyak yang melakukannya pada saat atau bersamaan dengan hari pernikahan. Acara seserahan tersebut intinya adalah ‘serah-terima‘ calon pengantin dari pihak calon pengantin laki-laki yang diterima oleh pihak calon perempuan dan sebaliknya.

Adat istiadat seserahan di Priangan, lazimnya adalah ‘menyerahkan‘ calon pengantin laki-laki dengan bahasa atau ‘silib siloka‘ yang disamarkan untuk memanifestasikan ‘si calon‘ secara keseluruhan (jasmani dan rohani), mulai dari kepala hingga telapak kaki yang biasanya disampaikan dengan bahasa yang disamarkan (ti luhur sabihas/sausap rambut ti handap sausap dampal). Demikian juga dari pihak perempuan (sebagai penerima serta menyerahkan calon pengantin wanitanya) dengan jawaban yang disamarkan pula. Untuk acara ini, dibutuhkan keahlian berbahasa dan tatakrama yang baik dari orang yang ‘menyerahkan dan menerima’ caon pengantin. Dengan kata lain, tidak sembarangan orang yang dijadikan perantara untuk menyerahkan calon pengantin tersebut.

Pustaka:
Suryani, Elis. 2010. Ragam Pesona Budaya Sunda. Bandung: Ghalia Indonesia.
Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.