Tak Penting Apapun Agamamu

Coretan

Seandainya kamu jadi menteri agama. Tak peduli agamamu apa.

Apakah setiap hari raya agama lain kamu akan mengucapkan atau hanya mengucapkan hari raya agamamu saja?

Sebagai orang nomor satu di kementerian agama yang menaungi agama islam, kristen, protestan, hindu, budha, dan konghucu tentu saja tidak boleh menganaktirikan agama lainnya.

Jelas, bahwa sikap menag harus majemuk dan plural dan harus menjungjung tinggi toleransi beragama.

Sehingga seharusnya setiap tahun tidak ada lagi orang-orang yang mabuk agama.

Melarang mengucapkan selamat hari raya mereka. Padahal dasar negara kita sudah jelas, begitu pun semboyannya.

Pancasila berdiri di atas semua golongan, termasuk agama di dalamnya.

Jadi, mempelajari agama bukan berarti harus membenci agama lain.

Puncak agama adalah cinta. Kecintaan hamba pada Tuhannya dan Kecintaan hamba pada sesama makhluk ciptaan-Nya.

Jika beragama membuatmu membenci orang yang berbeda agama, lantas maksud Tuhan mengutus Nabi Muhammad untuk menjadi rahmat seluruh alam itu apa?

“tak penting apa pun agama dan sukumu, kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu.” ~ Gusdur

Rate this article!
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.