Terbangun di Malam Sepi

Coretan

Malam nampaknya mulai larut. Suara kentongan ronda kerap menjadi nada yang paling indah dimalam hari. Ku terbangun dari tidur lelap. Ku kira sudah pagi, ternyata masih gulita. Detak jarum jam seperti mengukuti debar jantung. Lolongan anjing tak bertuan mengganggu malam warga sekitar. Mungkin hanya suara jangkring yang terdengar masih ramah ditelinga kala malam.

Kubiarkan lampu di kamar mati sementara. Gerah terasa tanda hawa udara pengap menyandera. Ku buka pintu dan duduk di teras rumah. Ku hirup udara sejuk, Hmmm segar rasanya. Nampaknya semalam langit menangis membasahi tanah lagi. Kulihat pepohonan di sekitar begitu kegirangan mendapat air segar. Aku pun sama merasa segar setelah dijajah kegerahan.

Tak biasanya ku terbangun seperti ini. Mungkin karena terlalu banyak makhluk penghisap darah yang mengganggu. Sial memang, tapi apa mau dikata, hanya itu yang bisa aku berikan padanya. Lebih baik darah yang dihisap daripada nyawa yang lenyap. Tak begitu banyak suara di rumah ini, ada tapi jarang bersuara. Beda seperti dulu, ramai menghangatkan.

Ku lihat langit gelap gulita. Hanya ada sepasang bintang yang terlihat. Lainnya tertutupi daun pepohonan yang menjulang. Bintang lainnya kemana? Ngumpet? Hilang? Pergi? Atau mungkin tak akan terlihat lagi? Selepas gerhana kemarin, bulan sepertinya selalu absen. Apa mungkin pertemuannya dengan matahari tersakiti? Atau bumi yang selalu memberi harapan yang tak pasti?

Copyright by: Toto Si Mandja
Rate this article!
Terbangun di Malam Sepi,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.

Related Posts

Comments are closed.