Trik Sukses Budidaya Lele di Kolam Terpal

Budidaya Lele sangat menarik bagi petani karena pasar terus berkembang. Pemerintah pun secara agresif memberikan dukungan melalui penelitian dan kampanye benih lele unggulan. Sehingga berbagai pusat muncul dari budidaya ikan lele di sejumlah daerah. Untuk mendapatkan manfaat maksimal, budidaya ikan lele tidak bisa dilakukan hanya kegiatan subsisten saja. Lele dapat hidup dalam kepadatan tebar tinggi dan rasio terhadap pertumbuhan yang baik. Lele juga mempunyai segudang manfaat kesehatan untuk tubuh kita. Berikut langkah-langkah trik sukses budidaya lele yang telah dirangkum dari berbagai sumber

Konstruksi Kolam
Tahap utama dalam budidaya lele adalah wadah, baik kolam tanah maupun kolam terpal, kali ini kita akan bahas kolam terpal.  Berikut langkah-langkah memulainya:

  1. Bagian dalam kolam terpal dicuci dengan sabun untuk menghilangkan bau lem atau bahan kimia yang dapat membunuh benih ikan.
  2. Setelah itu, bagian dalam terpal dibilas bersih dan dikeringkan selama satu hari, kolam diisi dengan air hingga 20 cm.
  3. Setelah kolam sudah terisi air, diamkan selama lebih satu minggu untuk proses pembentukan lumut dan untuk pertumbuhan fito plankton.
  4. Kemudian tambahkan air lagi hingga mencapai 80 cm setelah ikan berangsur dewasa.
  5. Air yang telah ditinggalkan selama seminggu penuh dan diberikan daun-daun seperti singkong, atau pepaya. Tujuannya agar air berwarna hijau. Air hijau untuk mencegah bau yang disebabkan karena penguapan air kolam dan harus dilakukan 25% penambahan dan penggantian air.

Penebaran Benih
Siapkan benih 1.000 lele dumbo/sangkuriang ukuran 1,5-2 inci. Untuk ukuran kolam 2m x 1m x 1m. Jika budidaya yang dilakukan dalam kuota yang besar, maka penebaran benih kita akumulasikan dengan perbandingan sesuai ketentuan di atas. Bibit yang baru dibeli jangan segera dimasukan ke dalam kolam, tapi harus melalui tahap perendaman yang dapat menyesuaikan benih ikan dengan air di kolam habitat untuk ikan di budidaya..

Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Siapkan bak/ember;
  2. Masukan air kolam haasil perendaman selama kurang seminggu  ke dalam bak/ember;
  3. Masukan benih lele yang akan ditebar;
  4. Diamkan selama kurang lebih 30 menit, tujuannya agar benih ikan melakukan penyesuaian dengan air kolam dan untuk menghilangkan setres setelah dipindahkan dari habitat penangkaran dan akan masuk habitat baru;
  5. Setelah 30 menit, benih dapat ditebar ke dalam kolam;

Pengaturan Kualitas Air
Air kolam akan berkurang karena proses penguapan, maka perlu ditambahkan air sampai tingkat air kembali ke posisi normal. Pada tingkat air 20 cm (bulan pertama), 40 cm (bulan kedua) dan 80 cm (bulan ketiga). Warna air yang terbaik bagi ikan lele adalah warna hijau menunjukkan bahwa kualitas air yang baik. Lele tidak suka air jernih dan air akan berubah merah ketika ikan sudah dewasa untuk siap di panen.

Kedalaman Air
Kolam jangan terlalu dangkal karena penguapan akan membuat ikan menjadi terlalu kepanasan. Tentunya ini akan membuat ikan menjadi kelelahan dan mati. Solusinya adalah dengan menambahkan air pada posisi awal. Selain itu perlu untuk menambahkan tanaman air seperti kangkung, daun talas dan eceng gondok. Fungsinya sebagai tanaman peneduh, selain itu juga dapat menyerap racun yang terkandung dalam air kolam. Hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat air kolam bulan pertama 20 cm, bulan kedua 40 cm dan bulan ketiga 80 cm.

Lele Tidak Suka Air Jernih
Hal ini dapat dilihat dari sifat dan bentuk tubuhnya. Pakan alam lele di malam hari menyebabkan lele tidak perlu penglihatan yang baik. Hal ini juga didukung dari kumis yang dimiliki lele di sekitar mulutnya. Fungsi ini berguna untuk meraba makanan. Selain itu, sistem pernapasan ikan lele menggunakan labirin yang berarti bernapas, lele tidak bergantung pada oksigen terlarut dalam air. Dengan demikian, kondisi oksigen minimal lele dapat bertahan hidup dalam air keruh tersebut. Meskipun ikan lele tidak suka air jernih, kita tidak bisa memasukan sembarang air ke dalam kolam. Bisa jadi kita memasukan air yang mengandung bakteri dan parasit yang dapat menyebabkan penyakit. Sebagai penangkalnya yaitu dengan memberikan daun singkong, talas atau eceng gondok sehingga air berwarna hijau.

Pakan Ikan Lele
Pakan dilakukan tiga kali sehari yaitu pukul 07.00, 17.00 dan 22.00. Makanan tidak selalu harus 3 kali sehari, bisa jadi 4 kali, tergantung pada kebutuhan ikan akan makan. Dalam proses pakan budidaya ikan diberikan dengan menggunakan jenis sentrat ikan 781-1 karena di dalamnya mengandung nutrisi, protein minimal 35%, lemak 10-16%, karbohidrat 15-25%, vitamin dan mineral yang dibutuhkan ikan. Pemberian pakan tidak boleh terlalu berlebihan karena akan menimbulkan berbagai macam jenis penyakit akibat pakan yang mengendap yang tidak termakan ikan, dan akan menyebabkan amonia beracun.

Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit tidak bisa dianggap remeh karena sangat mempengaruhi baik volume produksi maupun tingkat keberhasilan budidaya ikan. Hama biasanya binatang yang berang-berang, virus dan bakteri.
Adapun burung pemakan ikan, kucing, dan lain-lain, pencegahannya adalah dengan menggunakan semacam penghalang sehingga tidak ada hewan liar yang masuk ke kolam dan memakan benih lele. Untuk penyakit dapat diberikan obat-obatan yang banyak tersedia di toko perikanan, tergantung pada jenis penyakit yang menjangkit ikan lele.

Panen Ikan Lele
Setelah kurang lebih 90 hari, ikan lele bisa dipanen. Pemanenan dilakukan dengan menyortir dengan memilih ikan yang layak untuk dikonsumsi (dijual) ukuran biasanya 4-7 per kilogram atau sesuai dengan keinginan pembeli, maka ukuran yang lebih kecil dikembalikan ke kolam.

Copyright by: Toto Si Mandja

Toto Si Mandja has written 512 articles

Tidak ada orang yang bodoh, yang ada orang yang tidak mau belajar.